MAKALAH THAHARAH PDF

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate.

Author:Telrajas Kizshura
Country:Jamaica
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):3 September 2009
Pages:368
PDF File Size:15.52 Mb
ePub File Size:10.40 Mb
ISBN:925-7-33721-248-2
Downloads:32139
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Fegami



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Ahmad Kholisun Nawa 2. Anesthasia Marseyolla P 3. Anggita Dewi Saputri 4.

Faisal Abdilla 5. Fivi Nurwatini 6. Happy Yaistikka Audina 7. Nanda Tri Syahputra 9. Makalah ini dirancang agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang thaharah, mengetahui macam-macam najis, alat-alat thaharah, air untuk bersuci, serta hadast, yang disajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidaklah sempurna.

Kami mengharapkan adanya sumbangan pikiran serta masukan yang sifatnya membangun dari pembaca, sehingga dalam penyusunan makalah yang akan datang menjadi lebih baik.

Sedangkan gama-agama lain tidak memiliki konsern yang sedemikian hebat yang melebihi islam terhadap kebersihan. Islam sangat peduli dengan kebersihan manusia, kebersihan rumah, kebersihan jalan, kebersihan masjid dan yang lainnya. Padahal para pemuka agama di abad pertengahan, seperti pendeta di barat melakukan taqarrub kepada Allah SWT dengan cara yang kotor dan menghindari menggunakan air. Hingga diantara mereka ada yang mengatakan : semoga Allah memberikan rahmatnya pada sang pendeta fulan, sebab dia telah hidup selama 50 tahun dengan tidak pernah membasuh kedua kakinya.

Sesungguhnya tidak diragukan bahwa seseorang akan lebih cenderung memilih yang baik dan akan senantiasa menghindar yang kotor. Hanya saja akal tidak mampu memberikan detailnya. Maka datanglah syariat menerangkan detailnya dengan menerangkan posisinya dalam rasio.

Syariat memerintahkan untuk mengetahuninya, memerintahkan menjauhkannya dan menyingkirkannya setelah melakukannya. Yang demikian ini disebut dengan pembersihan thatir dan penyucian tarkiyah. Kemuliaan makhluk adalah karena kedekatannya dengan pencipta-Nya. Oleh sebab itu, syariat memerintahkan agar seseorang menjauhkan dirinya dari najis dalam segala kondisinya Allah mewajibkan untuk membersihkan diri dalam semua hal saat dia akan menghadap Tuhannya seperti saat shalat.

Sebab shalat adalah puncak dari pendekatan diri kepada Allah SWT. Menurut syarak, thaharah adalah membersihkan diri, pakaian, tempat, dan benda-benda lain dari najis dan hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat Islam. Thaharah menepati kedudukan yang penting dalam ibadah. Misalnya, setiap orang yang akan mengerjakan sholat dan tawaf diwajibkan terlebih dahulu berthaharah.

Seperti berwudhu, tayamum atau mandi. Rasulullah saw. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri. Orang Islam yang senantiasa menjaga dirinya agar tetap bersih akan mendapat kesehatan dan akan disenangi oleh sesamanya. Allah SWT. Secara garis besar, bersuci ada dua macam, yaitu bersuci dari najis dan hadas. Jika dilihat dari sifat dan pembaginnya, bersuci dapat dibedakan menjadi 2 bagian,yaitu bersuci lahiriah dan batiniah a.

Bersuci dari hadas adalah menghilangkan atau membersihkan hadas dengan cara berwudhu atau mandi. Cara membersihkan sifat atau perbuatan tercela ini adalah dengan bertobat kepada allahswt.

Semua benda tersebut harus dalam keadaan bersih dan tidak terpakai. Benda cair Benda cair yang boleh di gunakan adalah air. Najis menurut istilah syariat Islam adalah suatu benda yang kotor yang mencegah sahnya mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci, seperti shalat, thawaf dll.

Yang termasyk dalam kelompok ini adalah najis yang berasal dari anjing dan babi. Cara mensucikannya adalah menghilangkan terlebih dahulu wujud benda najis itu, kemudian di cuci dengan air bersih sebanyak 7 kali dan salah satunya dengan tanah.

Rasulullah SAW. Bersabda: Cara menyucikan bejana seseorang di antara kamu apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh tujuh kali dan salah satunya dengan debu. Cara mensucikannya adalah di basuh s ampai hilang wujud, bau, ataupun rasa kecuali jika sangat susah di hilangkan. Cara mensucikannya cukup di siram air di atasnya. Berkata ; seorang badui berdiri lalu kencing di masjid.

Orang - orangpun sama berdiri untuk menangkapnya. Maka bersabda Nabis saw. Kamu dibangkitkan adalah untuk memberi ketenangan, bukan untuk menyukarkan HR. Bukhari 3 Najis Ringan Mukhaffafah Yang termasuk najis mukhaffafah adalah air kencing anak laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan atau minum sesuatu kecuali air susu ibunya ASI.

Cara menyucikan najis mukhaffafah ialah dengan memercikan air pada benda yang terkena najis mukhaffafah itu. Hal ini berbeda dengan membasuh, karena kalau membasuh dituntut air itu sampai mengalir. Contoh : Bila diatas keramik terdapat air kencing dari anak laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan selain ASI, maka tempat yang terkena air kencing itu cukup dengan memercikkan air mutlak secukupnya.

Abu Dawud dan An-Nasai. Bangkai binatang darat yang berdarah selain mayat manusia Bangkai binatang darat yang mati karena tidak disembelih, atau disembelih tetapi tidak menurut aturan syariat Islam, termasuk daging yang dipotong dari binatang yang masih hidup.

Al-Maidah: 3 c. Nanah 12 d. Muntah e. Kotoran manusia dan kotoran binatang f. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Al-Maidah: 90 g. Anjing dan babi 2. Contoh : pakaian yang terkena air kencing, kelihatannya bersih, tetapi hukumnya najis dan tidak sah jika dipakai untuk shalat. Begitu juga sebaliknya pakaian yang terkena tanah kelihatannya menjadi kotor tetapi itu tidak najis dan tetap sah jika dipakai untuk shalat, hanya saja karena pakaian yang kotor tersebut tidak bagus kelihatannya, maka sebaliknya pakaian itu kita bersihkan, jangan sampai kita beribadah menghadap Allah SWT.

Sedangkan menurut istilah ialah keadaan tidak suci bagi seseorang, sehingga menjadikan tidak sah dalam melakukan suatu ibadah tertentu. Agar bisa melakukan ibadah maka harus suci dari hadast dan najis. Seseorang di katakan berhadas kecil apabila : a. Keluar sesuatu dari dua lubang yaitu qubul dan dubur. Abu Dawud dan Ibnu Majah c. Bersentunnya kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya tanpa batas yang menghalanginya.

An Nisa d. Tidur tidak dengan duduk tegak. Menyentuh kemaluan tanpa alas. Oleh karena itu, orang yang berhadas apabila hendak melaksanakan ibadah shalat,tawaf , wajib baginya bersuci dahulu. Hadas besar dapat disucikan dengan mandi, yaitu mandi Janabat mandi wajib , dan apabila berhalangan untuk menggunakan air boleh diganti dengan tayamum. Hal-hal yang menyebabkan seseorang berhadast besar : a.

Keluar mani, baik karena mimpi atau sebab lain onani, menonton gambar porno, dll. Meninggal dunia. Haid menstruasi , yaitu darah yang keluar dari wanita yang telah dewasa pada setiap bulan. Nifas, yaitu darah yang keluar dari seorang ibu sehabis melahirkan.

Wiladah, melahirkan anak, baik lahir normal atau tidak, seperti operasi, aborsi. Khutbah jumat c. Thawaf d. Thawaf c. Diam dalam masjid 16 Orang yang berhadast besar karena haid, nifas, wiladah, dilarang : a.

Masuk masjid d. Berpuasa f. Beritikaf dan berhenti didalam masjid g. Berhubungan suami istri bersenggama h. Bercerai 2. Air ini tidak boleh di gunakan bersuci karena di khawatirkan telah terkena kotoran atau najis sehingga dapat mengganggu kesehatan.

Sedangkan menurut istilah syariat Islam adalah membersihkan anggota wudlu dengan air suci menyucikan berdasarkan syarat dan rukun tertentu untuk menghilangkan hadast kecil.

Niatnya ialah sengaja menghilangkan hadast kecil karena Allah SWT. Tidak boleh menggunakan benda yang dihormati seperti roti dll. Walaupun demikian yang lebih afdlal dan utama adalah dengan air, karena air ini dapat menghilangkan wujud najis sekaligus membersihkan bekasnya.

COMMUNICATION THEORY BY CHITODE PDF

makalah thaharah

Kromatografi Ion merupakan aplikasi tehnik kromatografi cairan kinerja tinggi KCKT dalam kromatografi penukar ion dengan menggunakan komponen resin penukar ion dan detektor konduktometer. Prinsip: teknik yang dimana cairan yang terdapat ion terpisah dengan perbedaan kecepatan elusi, dikarenakan melewati suatu kolom kromatografi Fungsi kromatografi ion: 1. Dapat menganalisis kandungan ion atau logam dalam sampel cair 2. Dapat memastikan ion-ion atau logam secara kualitatif ataupun kuantitatif dari sampel 3. Eluent 2. Pompa 3.

ARTE DE INJURIAR BORGES PDF

Kromatografi Ion

Sebahagian daripada siri Fiqh Islam suatu disiplin kajian Islam. Samak ialah menyucikan kulit haiwan selain anjing dan babi dengan syarat-syarat tertentu. Kaedah samak ini menggugurkan benda asing iaitu daging , lemak , tulang , lendir dan tisu dengan menggunakan bahan-bahan yang bersifat tajam iaitu boleh meluntur dan menyerap kotoran seperti tawas , kulit delima , bahan kimia dan sebagainya. Tujuan ini adalah bukan sahaja untuk menyucikan kulit tersebut tetapi untuk mengelakkan pereputan , melembutkan kulit haiwan, dan menjadikann lebih tahan untuk kegunaan manusia. Sabda Rasulullah S. Menurut pendapat yang sahih, menyamak kulit binatang tidak wajib dibasuh dengan air. Oleh itu, sunat sahaja ketika menyamak kulit itu disertai dengan air.

CALLEN ECOGRAFIA PDF

MAKALAH THAHARAH

Slideshare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website. See our User Agreement and Privacy Policy. See our Privacy Policy and User Agreement for details. Published on Jun 9, SlideShare Explore Search You.

Related Articles